Home / Kabar Desa / BUMDES (Badan Usaha Milik Desa)

BUMDES (Badan Usaha Milik Desa)

(CIMERAK)-Sangat menarik sebenarnya pembahasan mengenai BUMDes (Badan Usaha Milik Desa : Red), dewasa ini BUMDes menjadi sebuah ikon keberhasilan pembangunan ekonomi sebuah Desa, dalam artian BUMDes menjadai salah satu indikator Desa berhasil mengelola, mengembangkan, dan mengakomodasi sendi-sendi perekonomian masyarakat perdesaan.

Contoh Desa-desa yang berhasil dalam pengelolaan BUMDesanya yaitu :

(1) Desa Karangkandri

Desa Karang Kandri, Kecamatan Kesugihan Cilacap memanfaatkan keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap sebagai peluang usaha. Desa ini lalu mendirikan BUMDes dengan unit usaha suplier berbagai kebutuhan untuk PLTU. BUMDes Karangkandri Sejahtera menyuplai batu bolder yang dibutuhkan PLTU. Hasilnya, dana yang sudah masuk ke BUMDes ini mencapai Rp. 7 Milyar. Belum termausk tagihan yang mencapai Rp. 5 Milyar. Besarnya profit yang diciptakan BUMDes ini membuat BUMDes ini mendapatkan sebutan BUMDes terbaik di Jawa.

(2) Desa Ponggok

Desa Ponggok, Kecamatan Polan, Klaten. Kolam renang alami yang memiliki segudang atraksi unik bagi para pengunjungnya. Para pengunjung bisa mengambil gambar dirinya di dalam air dengan segala macam kegiatan seperti berpose naik motor, bahkan duduk sembari menghadap laptop. Sejuknya air alami dengan dasar kolam yang dibiarkan natural membuat kolam ini menjadi taman bawah air luar biasa. Pesona inilah yang menyedot ribuan pengunjung datang ke sana setiap hari. Hasilnya, Rp. 6 milyar dibukukan setiap tahun oleh obyek wisata ini. Itu baru dari sisi wisatanya. Ponggok juga mengembangkan budidaya air tawar dan menjadi pusat kuliner berbasis perikanan yang juga ramai mendatangkan pengunjung dari luar daerah.

(3) Desa Kedung PrimpenBUMDes srisadani, yang berada di Desa Kedung Primpen, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. BUMDes yang bergerak di bidang jasa penyewaan pompa air dan simpan pinjam itu, kini memperoleh laba bersih mencapai angka miliaran rupiah.BUMDes srisadani mengembangkan usaha pompanisasi sewa tero bidang pertanian dan memperoleh pendapatan Rp. 1,3 milyar per tahun.(4) Desa KasihanBUMDes milik warga Desa Kasihan, Bantul ini mengembangkan unit usaha simpan-pinjam. Berangkat tahun 1990 dengan modal Rp. 1 juta dan tambahan modal Rp. 10 juta, kini simpan-pinjam ini telah mencetak omset Rp. 8,7 milar.Bukan hanya simpan pinjam yang meraksasa, keberadaan sistem perbankan desa ini juga telah mendorong terciptakanya peningkatan ekonomi di kalangan pelaku UMKM di desa itu. Simpan pinjam Tirtonirmolo membuktikan diri mampu mendorong berbagai potensi desa menjadi pendapatan warga.(5) Desa BleberanHanya dalam beberapa tahun air terjun Sri Getuk di Desa Bleberan, Gunungkidul, Yogyakarta, menjadi obyek wisata yang menyedot kunjungan luar biasa. Bak meteor, Sri Getuk melesat menjadi obyek wisata yang mendatangkan pendapatan Rp. 2 milyar setahun. Bukan itu saja, banyaknya kunjungan wisata juga mendorong banyak usaha baru tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat.Itu lima Diantara banyak Desa yang berhasil mengelola BUMDes nya, dan tentunya harus menjadi pelecut bagi BUMDes-BUMdes yang lain untuk terus mengembangkan ide-ide kreatifnya dengan tetap mengedepankan kearifan lokal desa yang ada, potensi alam, pertanian, SDM, SDA dan lain lain tentunya dapat terus di gali untuk kesejahteraan masyarakat perdesaan. (gie, dari berbagai sumber)

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *